Ada 73 kabupaten yang dianggap memiliki kerawanan tinggi, 278 sedang, dan 65 rendah. Untuk kota, 12 dikategorikan tinggi, 71 sedang, dan 15 rendah

Kemendagri: Daerah Rawan Pilkada 2024 Perlu Pengawasan Ketat

Wamendagri Bima Arya Sugiarto (kanan) dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2024). (Foto: ANTARA)

PINTOE.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengidentifikasi 90 daerah, termasuk provinsi dan kabupaten/kota, yang masuk kategori tingkat kerawanan tinggi menjelang hari pemungutan suara Pilkada 2024 pada 27 November mendatang.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan data tersebut saat rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 November 2024. Lima provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi adalah DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.

"Selain itu, ada 21 provinsi dengan kerawanan sedang dan delapan provinsi dengan kerawanan rendah. Namun, data ini belum mencakup empat daerah otonomi baru (DOB) di Papua," kata Bima dikutip dari Antara.

Bima juga merinci tingkat kerawanan di kabupaten dan kota. 

"Ada 73 kabupaten yang dianggap memiliki kerawanan tinggi, 278 sedang, dan 65 rendah. Untuk kota, 12 dikategorikan tinggi, 71 sedang, dan 15 rendah," jelasnya.

Kemendagri menggunakan 24 variabel untuk memetakan kerawanan Pilkada, termasuk pelanggaran kode etik, intimidasi, ancaman kekerasan, hubungan kekerabatan, isu SARA, dan dinamika isu lokal.

"Variabel ini menjadi dasar kami untuk menentukan tingkat kerawanan dan bahan koordinasi dengan pihak terkait," tambah Bima.

Saat ini, tahapan Pilkada 2024 masih berada pada masa kampanye yang berlangsung hingga 23 November 2024. 

Pemungutan suara dijadwalkan pada 27 November 2024. Kemendagri meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

daerahrawanpilkada pilkadaaceh2024