Kapolda Aceh Pastikan Kericuhan Debat Ketiga Pilgub Tidak Ada Kekerasan
Meski terjadi protes terkait penggunaan alat elektronik oleh pasangan calon gubernur nomor urut 1 Bustami Hamzah, situasi tetap terkendali berkat langkah cepat dari aparat keamanan.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko. Foto: Fauzan/Pintoe.co
PINTOE.CO - Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko, memastikan kericuhan yang terjadi saat debat ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh tidak berujung pada kekerasan.
Menurut Achmad Kartiko, meski terjadi protes terkait penggunaan alat elektronik oleh pasangan calon gubernur nomor urut 1 Bustami Hamzah, situasi tetap terkendali berkat langkah cepat dari aparat keamanan.
“Memang ada permasalahan, ada protes dari salah satu pasangan calon mengenai benda yang digunakan oleh pasangan calon. Namun, setelah itu, KIP memutuskan untuk mengakhiri debat karena waktu yang sudah melebihi batas,” kata Achmad Kartiko saat keterangan pers dilokasi debat, Selasa, 19 November 2024.
Kartiko menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan sekitar 400 personel gabungan dari Polda Aceh dan Polresta Aceh untuk mengamankan jalannya acara.
Di samping itu, Kartiko mengatakan pihaknya juga memisahkan kedua kubu agar tidak terjadi kerusuhan. Pasangan Mualem-Dek Fadh keluar terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan pasangan Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi yang keluar dari lokasi debat.
"Semua tetap aman dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Selain itu, Kartiko juga menegaskan bahwa insiden kericuhan tersebut tidak menimbulkan kekerasan maupun ancaman serius.
“Ini bukan insiden besar, tidak ada pelemparan atau bentuk kekerasan apa pun,” ucapnya.
Kartiko berharap masyarakat Aceh tetap menjaga suasana damai selama proses demokrasi berlangsung dan menjaga marwah kedamaian Aceh.[]