14 variabel yang ukur dalam gatra politik, terdapat sembilan yang sangat relevan untuk penyelenggaraan pilkada. Ini meliputi kapasitas pemerintah, hubungan pusat dan daerah, fungsi pengawasan, kepastian hukum, sistem kepartaian, media massa.

Lemhannas: Aceh Masuk Rawan Jelang Pilkada Serentak 2024

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily

PINTOE.CO - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, memetakan beberapa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi jelang Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada akhir November ini. Provinsi Aceh termasuk salah satu wilayah yang berada dalam kategori rawan tinggi, selain empat provinsi lainnya di Papua.

Pernyataan ini disampaikan Ace Hasan dalam rapat bersama Komisi I DPR di Jakarta, pada Rabu, 13 November 2024. 

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kerawanan dalam penyelenggaraan Pilkada, terutama terkait dengan kapasitas pemerintah, hubungan pusat dan daerah, serta fungsi pengawasan.

"Dari 14 variabel yang kami ukur dalam gatra politik, terdapat sembilan yang sangat relevan untuk penyelenggaraan pilkada. Ini meliputi kapasitas pemerintah, hubungan pusat dan daerah, fungsi pengawasan, kepastian hukum, sistem kepartaian, media massa, hingga peran ormas pemuda dan masyarakat awam," jelas Ace dikutip dari Detik.

Ace menambahkan bahwa indeks ketahanan politik nasional masih relatif lemah. Hal ini disebabkan rendahnya beberapa variabel penting, seperti kapasitas pemerintah yang hanya mencetak skor 1,8, hubungan pusat dan daerah dengan skor 1,94, serta fungsi pengawasan yang berada di angka 2,33.

Berdasarkan pemetaan dari berbagai lembaga, seperti Bawaslu, BSSN, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, hingga Polri, Aceh dan beberapa wilayah lainnya terdeteksi memiliki potensi konflik yang tinggi menjelang Pilkada Serentak.

“Kami melihat masih banyak provinsi, termasuk Aceh dan empat provinsi di Papua, serta beberapa kabupaten/kota yang berada dalam kondisi kerentanan tinggi. Hal ini dapat menimbulkan potensi konflik, baik vertikal maupun horizontal di masyarakat,” ujar Ace.

Ia menegaskan pentingnya deteksi dini dan tindakan antisipasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah terjadinya konflik saat Pilkada berlangsung.[]

acehrawan pilkadaaceh2024