Bustami Hamzah Bisa Saja Kalahkan Duet Mualem-Nasir Djamil, Asalkan...
Ada kemungkinan Bustami memenangkan perebutan kursi Gubernur Aceh

Bustami Hamzah dan Sudirman | Foto: Pintoe.co
PINTOE.CO – Belakangan, Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah diisukan akan maju sebagai kandidat calon Gubernur Aceh dalam Pilkada 2024.
Beberapa hari lalu, beredar foto-foto Bustami semobil dan makan-makan sama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ada yang bilang, pertemuan itu bisa jadi pertanda Bustami sudah direstui pemerintah untuk maju sebagai kandidat.
Pertanyaannya kemudian: kalau Bustami maju di pilkada, apa mungkin dia bisa menang?
Hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini mengungkapkan bahwa ada kemungkinan Bustami memenangkan perebutan kursi Gubernur Aceh. Tetapi dengan syarat ia harus berduet dengan sosok yang elektabilitasnya jauh melampaui tokoh politik yang akan ia lawan di pilkada.
Bustami berpotensi menang jika ia sepaket dengan Sudirman alias Haji Uma. Dalam simulasi pemilihan yang dibuat SMRC, duet Bustami-Sudirman memperoleh dukungan sebanyak 41,4 persen. Sementara pasangan Muzakir Manaf-Nasir Djamil memperoleh 31,6 persen suara. Jumlah responden yang belum menentukan pilihan 27,4 persen.
Sementara itu, apabila Bustami Hamzah berduet dengan Mualem, hasilnya tidak menguntungkan. Ketika diadu dengan pasangan Sudirman-Darwati A. Gani, duet Bustami-Mualem kalah dengan perolehan suara 30,8 persen. Sementara Sudirman-Darwati menang dengan 43,4 persen dukungan.
Temuan-temuan dari survei SMRC tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa Bustami Hamzah bisa memang Pilkada Aceh 2024, asalkan kawan duetnya Haji Uma.
Grafik hasil survei SMRC
Survei ini diselenggarakan di seluruh Aceh oleh SMRC pada 22-27 Mei 2024. Total responden sebanyak 805 orang yang ditentukan dengan metode multistage random sampling. Ada pun margin of error-nya kurang-lebih 3,5 persen.
Responden perempuan lebih banyak (50,7 persen) ketimbang laki-laki (49,3 persen) dari total populasi. Responden yang berada di kawasan perdesaan lebih banyak yang di kawasan perkotaan. Di perdesaan, respondennya mencapai 73,6 persen. Di perkotaan sebanyak 26,4 persen.[]