Antropolog Unimal: Rohingya Adalah Etnik Paling Menderita di Dunia
Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan para pengungsi tersebut, yakni melalui regulasi atau aturan yang berlaku.

Teuku Kemal Fasya (unimal.ac.id)
PINTOE.CO - Antropolog dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Teuku Kemal Fasya, menyebutkan bahwa Rohingya merupakan kelompok etnik yang paling menderita di dunia.
Hal itu disampaikannya ketika menanggapi penanganan pengungsi Rohingya yang berlabuh di sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu.
Teuku Kemal Fasya mengatakan, minimnya edukasi tentang latar belakang para pengungsi itu membuat gejolak di masyarakat.
Dampaknya, terjadilah penolakan-penolakan terhadap etnik Rohingya. "Ya, masyarakat harus menyadari bahwa Rohingga adalah etnik yang paling menderita di dunia," kata Teuku Kemal Fasya kepada Pintoe.co pada Jumat, 8 November 2024.
Ia menyebutkan, saat ini memang pusat penderitaan dunia ada di Gaza, Palestina. Namun, warga Rohingya sudah mengalami penindasan lebih 40 tahun.
"Rohingya sudah mengalami persekusi dan diskriminasi lebih dari 40 tahun oleh rezim militer Myanmar dan kebijakan rasis di Myanmar," kata dia.
Ia menyarankan agar pemerintah perlu melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan para pengungsi tersebut, yakni melalui regulasi atau aturan yang berlaku.
"Kembalikan ke semangat penyelesaian para pencari suaka dengan semangat kovenan tentang pengungsi dan Perpres 125 Tahun 2016 tentang penanganan pengungsi luar negeri yang diteken di masa Jokowi," pungkasnya.[]
Editor: Bisma