Ini Pengakuan Netanyahu Terkait Ledakan Pager Hizbullah di Lebanon
Pager digunakan oleh anggota Hizbullah sebagai sarana komunikasi berteknologi rendah untuk menghindari pelacakan lokasi oleh Israel.

Petugas tanggap darurat Pertahanan Sipil membawa seorang pria yang terluka setelah pager genggamnya meledak di kota pelabuhan selatan Sidon, Lebanon, Selasa (17/9/2024) I Foto: AP
PINTOE.CO - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui ia telah menyetujui serangan ledakan pager di Lebanon yang terjadi pada September 2024 lalu. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet yang digelar Minggu, 10 November 2024 waktu setempat
"Operasi pager dan pembunuhan (pemimpin Hizbullah Hassan) Nasrallah dilakukan meskipun ada tentangan dari pejabat senior di lembaga pertahanan dan mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu di eselon politik," ujar Netanyahu sebagaimana dilansir Channel 12 dan Anadolu Agency, Senin, 11 November 2024.
Mengutip Times of Israel, komentar Netanyahu tersebut secara tidak langsung menyindir Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan intelijen serta menteri pertahanannya yang baru saja dipecat, Yoav Gallant.
"Netanyahu mengonfirmasi pada Minggu (10/11/2024) ia menyetujui operasi pager di Lebanon," kata juru bicara Netanyahu, Omer Dostri, seperti dikutip AFP, Senin, 11 November 2024.
Pada 17 dan 18 September 2024, ribuan pager meledak di basis Hisbullah. Teror itu menyasar alat komunikasi anggota Hizbullah. Namun, turut menargetkan warga sipil lainnya. Menurut Iran dan Hisbullah, serangan itu dilakukan oleh Israel.
Selama dua hari berturut-turut, teror ledakan pager itu dan perangkat komunikasi lainnya terjadi di supermarket, jalan-jalan, rumah sakit, dan pemakaman.
Sebanyak 42 orang termasuk anak-anak tewas dan lebih dari 3.000 orang lainnya terluka imbas teror yang terjadi di banyak daerah Lebanon tersebut.
Beberapa anggota Hizbullah yang terluka dilaporkan kehilangan jari-jari mereka, sementara beberapa orang lain kehilangan penglihatan mereka.
Adapun pager digunakan oleh anggota Hizbullah sebagai sarana komunikasi berteknologi rendah untuk menghindari pelacakan lokasi Israel.
Pager adalah perangkat telekomunikasi nirkabel yang menerima dan menampilkan pesan alfabet dan angka atau suara.
Pager dulunya merupakan perangkat yang umum digunakan di rumah sakit dan layanan darurat, tetapi kini menjadi teknologi yang jarang digunakan setelah digantikan oleh telepon seluler pada era 2000-an.[]