Hashem Safieddine Calon Pemimpin Hizbullah Dibunuh Israel, Ini Profilnya
Kematian Safieddine diumumkan setelah Hizbullah tidak dapat memastikan keberadaannya pasca-serangan udara Israel pada 3 Oktober di kawasan Beirut. Safieddine dilaporkan berada di area yang dibombardir pada saat itu.

Hashem Safieddine
PINTOE.CO - Militer Israel mengumumkan tewasnya Hashem Safieddine, pejabat senior Hizbullah yang dianggap sebagai calon penerus mendiang Hassan Nasrallah.
Safieddine dikenal memiliki hubungan dekat dengan Iran, pendukung utama Hizbullah.
Safieddine memimpin operasi Hizbullah bersama Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, sejak Nasrallah tewas dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada 27 September lalu.
Kematian Safieddine diumumkan setelah Hizbullah tidak dapat memastikan keberadaannya pasca-serangan udara Israel pada 3 Oktober di kawasan Beirut. Safieddine dilaporkan berada di area yang dibombardir pada saat itu.
Hingga kini, Hizbullah belum memberikan tanggapan atas klaim Israel mengenai tewasnya Safieddine. Namun, jika benar, ini akan menjadi pukulan besar bagi Hizbullah setelah beberapa pemimpin mereka tewas dibunuh oleh Israel.
Semasa hidupnya, Safieddine merupakan anggota Dewan Jihad Hizbullah dan menjabat sebagai kepala dewan eksekutif yang mengawasi urusan keuangan dan administrasi kelompok tersebut. Ia juga dikenal sebagai tokoh penting dalam operasi Hizbullah, terutama dalam konflik dengan Israel.
Selain itu, Safieddine pernah berbicara di hadapan publik mewakili Hizbullah, terutama setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu perang di Jalur Gaza.
Safieddine memiliki hubungan erat dengan Iran, dan putranya menikah dengan putri mendiang Jenderal Iran Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone AS pada 2020 di Irak.
Sebagai kepala dewan eksekutif, Safieddine bertanggung jawab atas berbagai lembaga Hizbullah yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan rekonstruksi setelah perang melawan Israel pada 2006.