Pengeboran Onshore dilakukan di darat atau di laut. Prosesnya dimulai dengan membuat lubang sumur vertikal melalui lapisan batuan dan sedimen. 

Pengeboran Migas Onshore dan Offshore, Ini Maksudnya

Ilustrasi. (Foto: oilgasz.com)

PINTOE.CO - Minyak dan gas bumi (migas) adalah sektor penting dalam dunia industri modern, terutama sebagai bahan bakar transportasi. 

Industri ini juga merupakan tulang punggung ekonomi global. Migas bisa didapatkan melalui dua metode pengeboran: Onshore dan Offshore. Mari kita lihat bagaimana keduanya beroperasi.

Pengeboran Onshore

Pengeboran Onshore dilakukan di darat atau di laut. Prosesnya dimulai dengan membuat lubang sumur vertikal melalui lapisan batuan dan sedimen. 

Di lokasi pengeboran, ladang migas biasanya memiliki beberapa sumur yang saling terhubung dengan pipa baja karbon.

Untuk minyak mentah, satu sumur biasanya diperlukan untuk setiap setengah hektar lahan. 

Sedangkan untuk gas alam, satu sumur bisa mencakup 80 hektar. Minyak dan gas yang dikumpulkan kemudian disalurkan melalui pipa baja karbon untuk diproses lebih lanjut menjadi bahan bakar dan produk lainnya. Sumur bor dapat beroperasi selama beberapa dekade setelah dipasang.

Pengeboran Offshore

Pengeboran Offshore dilakukan di bawah dasar laut. Ada berbagai metode pengeboran Offshore, termasuk menggunakan rig yang dipasang di dasar laut atau rig terapung. 

Metode ini lebih sulit diakses dan biaya produksinya lebih tinggi dibandingkan Onshore.

Perbedaan Pengeboran Onshore dan Offshore

Meskipun keduanya menggunakan sumur untuk mengumpulkan migas, lokasi menjadi perbedaan utama. Pengeboran Onshore dilakukan di darat, sehingga akses dan perawatan rig lebih mudah. Sumur dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai permintaan pasar. Proses instalasi juga lebih sederhana.

Sebaliknya, pengeboran Offshore membutuhkan waktu dan investasi besar untuk membangun rig di atas air. Meskipun menawarkan peluang eksplorasi yang luas hingga 200 mil dari garis pantai, risiko lingkungan seperti tumpahan minyak yang merusak ekosistem laut menjadi perhatian utama.

Keuntungan dan Kerugian

Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk dalam aspek keselamatan kerja, ekonomi, aksesibilitas, dan dampak lingkungan. Offshore lebih rentan terhadap cuaca buruk, namun teknologi drone kini membantu inspeksi dan menjaga keselamatan pekerja.

Pengeboran Onshore lebih nyaman untuk transportasi pekerja dan pemeliharaan rig. Di sisi lain, Offshore memungkinkan eksplorasi lebih luas dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Namun, risiko tumpahan minyak di laut dan dampaknya pada ekosistem membuatnya kontroversial.

Pengeboran Onshore lebih mudah dikelola dan dampaknya terhadap lingkungan lebih terkontrol. Meski kedua metode memiliki tantangan lingkungan, Onshore dianggap kurang berisiko karena tidak berada di perairan terbuka.

onshore offshore migas