Sinwar memegang kendali atas sekitar 120 sandera Israel yang masih dalam tahanan Hamas.

Dewan Hamas Tunjuk Yahya Sinwar Gantikan Ismail Haniyeh yang Dibunuh Israel

Yahya Sinwar | Foto: Berita Satu

PINTOE.CO - Usai tewasnya Ismail Haniyeh akibat serangan Israel di Iran, Hamas menunjuk Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik barunya. 

Penunjukan Sinwar diumumkan Hamas pada Selasa, 6 Agustus 2024, melalui media pemerintah Iran yang pro-Hamas.

Sinwar merupakan pemimpin militer Hamas yang jadi dalang dalang serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

Dikutip dari Berita Satu, badan keamanan Israel percaya dia merencanakan dan mengeksekusi serangan tersebut, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan 251 dibawa kembali ke Gaza sebagai sandera. Saat ini Yahya Sinwar berada di puncak daftar buronan Israel.

“Yahya Sinwar adalah seorang teroris, yang bertanggung jawab atas serangan teroris paling brutal dalam sejarah," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Laksamana Madya Daniel Hagari kepada saluran berita Saudi Al-Arabiya.

Saat ini, ia diduga tengah bersembunyi di serangkaian terowongan di bawah Gaza. Sinwar juga memegang kendali atas sekitar 120 sandera Israel yang masih dalam tahanan Hamas.

Diwartakan Media Indonesia, Sinwar adalah anggota pendiri Hamas dan dipandang sebagai tokoh kelompok yang paling kuat. Sebagai mantan kepala badan intelijen kelompok tersebut, Sinwar menghabiskan 23 tahun di penjara Israel dan menjalani empat hukuman seumur hidup karena percobaan pembunuhan dan sabotase.

Sinwar dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan ketika Israel melepas 1.000 tahanan pada 2011 dengan imbalan Gilad Shalit, seorang tentara Israel yang ditangkap lima tahun sebelumnya oleh Hamas.

Berbicara kepada televisi Al Jazeera setelah pengumuman tersebut, juru bicara Hamas Osama Hamdan mengatakan Sinwar akan melanjutkan negosiasi gencatan senjata.

"Masalah dalam negosiasi bukanlah perubahan di Hamas," katanya sambil menyalahkan Israel dan sekutunya AS atas kegagalan mencapai kesepakatan.[]

ismailhaniyeh yahyasinwar hamas genosidaisrael