Mendagri Ungkap Alasan Pilih Safrizal Gantikan Bustami Hamzah
Hanya Safrizal yang dianggap paling tepat menggantikan Bustami Hamzah.

Mendagri Tito Karnavian | Foto: Antara
PINTOE.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik Safrizal ZA sebagai Pj Gubernur Aceh, menggantikan Bustami Hamzah yang mengundurkan diri karena akan ikut kontestasi Pilgub Aceh 2024.
Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri pada Kamis, 22 Agustus 2024. Dalam acara ini, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan beberapa alasan mengapa Safrizal dipilih sebagai Pj Gubernur Aceh yang baru.
Sebelum penunjukan Safrizal, Tito dan Presiden Jokowi membahas apa saja kriteria yang harus dimiliki pengganti Bustami Hamzah. Pembahasan tersebut menghasilkan sejumlah kriteria yang secara khusus punya hubungan dengan persiapan pelaksanaan PON dan Pilkada 2024 di Aceh.
“Kriteria yang paling utama adalah dia mampu untuk running langsung untuk melaksanakan PON. Karena waktunya sangat pendek sekali,” Tito menjelaskan.
Saat ini, persiapan PON 2024 di Aceh terus dilakukan. Termasuk penggarapan sejumlah venue yang belum selesai. Sementara itu, pelaksanaan PON 2024 semakin dekat.
“Saya bisa membayangkan penjabat yang harus menggantikan Pak Bustami. Kita harus betul-betul memilih orang yang tahu Aceh. Yang kedua, yang bisa berkomunikasi dengan cepat dengan seluruh stakeholder di Aceh. Yang ketiga, mengerti masalah PON. Artinya, bukan orang baru yang tiba-tiba masuk gitu aja. Tapi yang udah ngerti ngikutin betul perjalanan (persiapan) PON ini,” Tito menjabarkan.
Selama persiapan PON 2024, sudah ada banyak rapat dibuat, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta rapat-rapat pemerintah daerah dengan pusat. Oleh karenanya, Pj Gubernur Aceh yang baru haruslah yang sudah terlibat dan paham seluruh rangkaian persiapan tersebut.
Kriteria paling penting, kata Tito, adalah sosok yang bisa mengakselerasi persiapan-persiapan PON 2024 yang belum tuntas.
Setelah meneliti sejumlah nama, Tito mengakui yang memenuhi kriteria-kriteria itu di jajaran Kemendagri cuma ada satu orang.
“Jujur, saya nggak punya pilihan yang lain selain Pak Safrizal karena beliau putra Aceh, kenal Aceh, mengenal semua jaringan di Aceh, baik hubungannya dengan Yang Mulia Bapak Wali Nanggroe, dengan DPRA-nya sudah kenal, dengan semua perangkat di provinsi juga rata-rata kenal, dengan tokoh-tokoh masyarakat juga kenal,” Tito memerinci.
Alasan lainnya adalah karena Safrizal sudah berpengalaman menjadi penjabat gubernur. Safrizal pernah menjadi Pj Gubernur Kalimantan Selatan selama delapan bulan lalu menjabat di Bangka Belitung. Kinerja Safrizal selama dua kali menjadi penjabat kepala daerah dinilai “baik sekali”.
“Dan sekarang pulang kampung,” kata Tito.
Safrizal dibebankan tanggung jawab untuk memastikan PON 2024 berlangsung baik di Aceh karena acara ini merupakan acara terbesar di akhir kepemimpinan Presiden Jokowi pada 20 Oktober 2024.
Pada kesempatan tersebut, Tito juga mengungkapkan apresiasinya kepada Bustami Hamzah.
“Saya berterima kasih kepada Pak Bustami karena selama masa kepemimpinan bapak di Aceh semua venue-venue PON bapak bisa kebut dengan cepat (pengerjaannya). Mari kita tepuk tangan buat beliau,” puji Tito
“Ini bukan tepuk tangan dukungan (untuk pilkada),” ia berseloroh.[]