Bank Indonesia: Ekonomi Aceh Tumbuh 4,66 Persen pada 2025
Bank Indonesia Aceh tetap optimis ekonomi Aceh akan tetap tumbuh dengan baik di tengah berbagai risiko dan tantangan tersebut melalui kerjasama kolaborasi lintas sektor.

Bank Indonesia I Foto: Dok. Anadolu Agency
PINTOE.CO - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh berkisar antara 3,86-4,66 persen secara year-on-year (yoy) pada 2025 di tengah tantangan global maupun domestik.
Pernyataan itu disampaikannya saat pertemuan tahunan Bank Indonesia bertajuk Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional di Aceh Besar pada Jumat, 29 November 2024.
“Bank Indonesia Provinsi Aceh tetap optimis pertumbuhan ekonomi Aceh akan kuat pada tahun 2025, di tengah berbagai tantangan akan dihadapi,” kata Hertha Bastiawan seperti diwartakan Antara pada Sabtu, 30 November 2024.
Dia menjelaskan memasuki tahun 2025 ada beberapa tantangan dan potensi risiko yang akan dihadapi Indonesia sehingga sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk Aceh.
Beberapa risiko tersebut, seperti risiko fragmentasi geopolitik masih terus berlanjut, ketidakpastian pasar keuangan akibat pengaruh kebijakan bank sentral negara maju, ancaman perubahan iklim, dan berbagai tantangan lainnya.
Hertha menjelaskan dari sisi domestik ada beberapa hal diperkirakan menjadi penahan laju pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025, seperti terbatasnya pembangunan dari proyek strategis nasional (PSN) dan normalisasi anggaran pemerintah daerah pasca penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pemilihan umum dan Pilkada pada 2024.
“Untuk itu kita perlu upaya ekstra untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan event yang menarik bagi masyarakat baik di Aceh maupun luar Aceh,” ujarnya.
Kendati demikian, Bank Indonesia Aceh tetap optimis ekonomi Aceh akan tetap tumbuh dengan baik di tengah berbagai risiko dan tantangan tersebut melalui kerjasama kolaborasi lintas sector.
“Ekonomi Aceh pada tahun 2025 kami perkirakan tumbuh sekitar 3,86-4,66 persen. Hal ini tentunya sangat penting untuk pendorong pertumbuhan nasional yang diperkirakan sebesar 4,8-5,6 persen pada tahun 2025,” ujarnya.
Selain itu,dalam upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, perlu juga dorongan bersama melalui strategis hilirisasi pertanian dengan pengembangan contract farming, teknologi tepat guna serta dukungan alat produksi olahan pangan.
Selanjutnya, hilirisasi pariwisata melalui peningkatan aspek atraksi, aksesibilitas, amenitas, pelaku dan promosi (3A2P), pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, percepatan digitalisasi daerah serta penyelenggaraan agenda besar baik seni, budaya, dan lainnya.
“Melalui acara ini, Bank Indonesia mendorong semangat optimisme bersama dalam upaya pemulihan ekonomi, namun tetap mewaspadai segala tantangan yang masih akan membayangi perekonomian ke depan,” ujarnya.[]
Editor: Lia Dali