Luhut: Pemerintah Gandeng OceanX untuk Pelajari Potensi Gempa Bumi dan Tsunami di Indonesia
Misi ini dimulai sejak 8 Mei di Batam, Kepulauan Riau dan akan berlanjut hingga 25 Agustus 2024, berakhir di Bitung, Sulawesi Utara.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan memberi keterangan pers terkait kerjasama dengan OceanX | Foto: Pintoe.co/M Ali Singkily
PINTOE.CO - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia menjalin Kerja sama dengan organisasi nirlaba eksplorasi laut global OceanX untuk melakukan misi eksplorasi penting yakni “Misi Indonesia 2024”.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, menyampaikan rasa gembiranya atas penemuan-penemuan inovatif yang akan dihasilkan dari ekspedisi laut bersejarah yang bermitra dengan OceanX ini.
Meneko Luhut mengatakan bahwa kemitraan ini telah dimulai sejak akhir tahun 2022 dan Kemenko Marves serta BRIN telah menandatangani perjanjian dengan OceanX untuk memastikan kemitraan ini dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami berharap penelitian dalam misi ini dapat mendukung kesejahteraan sosial melalui penemuan potensi inovasi dalam produk dan solusi untuk bidang-bidang seperti kedokteran atau bio-teknologi, dan yang paling penting adalah kesempatan untuk mempelajari potensi gempa bumi dan tsunami demi keselamatan umat manusia,” ungkap Menko Luhut dalam jumpa pers di Bali, Rabu, 15 Mei 2024.
Luhut menerangkan, misi ini dimulai sejak 8 Mei di Batam, Kepulauan Riau dan akan berlanjut hingga 25 Agustus 2024, berakhir di Bitung, Sulawesi Utara. Sepanjang lima tahap misi, OceanX, Kemenko Marves, dan BRIN akan memanfaatkan teknologi generasi terbaru, ilmu pengetahuan, penyampaian cerita yang menarik, dan pengalaman mendalam untuk mendidik, menginspirasi, dan menghubungkan dunia dengan lautan.
"Ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengeksplorasi perairan di kawasan Asia Tenggara dan meningkatkan pemahaman global tentang salah satu kawasan laut dengan keanekaragaman hayati paling tinggi dan berpotensi terancam di dunia," tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan sama Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX, Vincent Pieribone, mengatakan pihaknya sangat senang meluncurkan misi di Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Ia memandang perairan Indonesia adalah kaleidoskop kehidupan laut, penuh dengan keajaiban yang belum ditemukan.
“Perairan Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, geopolitik, budaya, dan lingkungan alam. Oleh karena itu, OceanX berkomitmen untuk memberikan wawasan berharga mengenai sumber daya penting ini," ungkapnya.
Menrurut Vincent, dengan mengumpulkan data yang komprehensif, pihaknya bisa digunakan untuk memperkuat pengambilan keputusan khusunya di bidang pengelolaan perikanan berkelanjutan, strategi konservasi yang efektif, dan upaya mitigasi proaktif untuk melindungi terhadap bencana alam di masa depan.
Misi Indonesia 2024 ini melibatkan Kementerian dan Lembaga lain, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta peneliti dari universitas dan organisasi seperti Konservasi Indonesia.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 75% perairan dan 17.500 pulau, dengan garis pantai sepanjang 108.000 km; namun, baru 19% lautan di Indonesia yang terpetakan. Perairan Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati masih belum tereksplorasi secara maksimal, khususnya laut dalam.
OceanX memulai serangkaian ekspedisi penelitian di Indonesia dengan kapal OceanXplorer, kapal eksplorasi, penelitian ilmiah, dan produksi media tercanggih di dunia.[]