Raffi Ahmad mengaku tak dibayar pemerintah.

Raffi Ahmad Bantah Tudingan Jadi Influencer Pemerintah

Raffi Ahmad | Foto: Media Indonesia

PINTOE.CO - Raffi Ahmad mendapat tudingan bahwa ia merupakan pemengaruh (influencer) pemerintah. Anggapan itu muncul setelah Raffi beberapa kali terlihat terlibat di acara-acara pemerintah, termasuk motoran dengan Presiden Jokowi di IKN.

Di sisi lain, Raffi tidak ikut andil dalam menggaungkan kawal putusan MK dan menolak Revisi UU Pilkada. Pria yang juga dirumorkan bakal maju Pilkada 2024 ini juga tidak membuat unggahan Garuda Biru. Unggahan ini viral minggu lalu dan menjadi bentuk protes masyarakat atas darurat demokrasi di Indonesia.

Namun, Raffi membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tak dibayar pemerintah atas keterlibatannya dalam kegiatan-kegiatan pemerintah.

“Kayak aku dibilang, 'Wah Raffi Ahmad influencer-nya pemerintah', aku dibayar aja nggak," kata Raffi, kata Raffi Senin, 26 Agustus 2024.

Raffi juga menjelaskan kenapa dirinya berada di Bandung bersama Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka, alih-alih ikut dalam aksi massa di depan Gedung DPR. Katanya, saat ini ia memang sedang sibuk di Bandung untuk mempersiapkan pencalonan adik iparnya, Ritchie Ismail atau Jeje Govinda, sebagai calon Bupati Bandung.

"Kenapa Raffi Ahmad nggak ikut posting? Semua orang punya cara berbeda-beda. Jadi kita blusukan di sana (Bandung) juga bukannya apa-apa, emang hari-harinya aku lagi banyak di Bandung. Kayak Pak Zulkifli Hasan, Mas Gibran, punya agenda masing-masing. Kebetulan kemarin ada di tempat yang sama. Jadi orang-orang ngegoreng, ngegoreng,” jelas suami Nagita Slavina ini.

Meski di tengah tuduhan sebagai influencer pemerintah, Raffi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh lapisan masyarakat yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi penolakan RUU Pilkada.

“Sekali lagi aku memberikan apresiasi kepada semua teman-teman, semua pihak, kepada seluruh masyarakat yang ikut turun dengan demo yang baik. Demo boleh, kita menyuarakan aspirasi, jangan anarkis dan jangan terprovokasi. Salut, angkat jempol, untuk teman-teman yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi," ujar pria 37 tahun itu.[]

raffi ahmad