Safari dan Chrome adalah dua pemain utama dalam persaingan browser di perangkat mobile yang menguasai 91 persen pangsa pasar global. Karena Safari tidak tersedia di Android, kompetisi langsung antara keduanya hanya terjadi pada perangkat iPhone.

Safari vs Chrome, Apple Kembali Ingatkan Pengguna iPhone Berhenti Gunakan Google Chrome

Ilustrasi. Apple berulang kali menghimbau pengguna iPhone berhenti menggunakan browser Google Chrome dengan alasan privasi I Foto: idownloadblog

PINTOE.CO - Apple telah berulang kali menghimbau pengguna iPhone untuk berhenti menggunakan browser Google Chrome dengan alasan privasi.

Awal tahun ini, Apple mempromosikan Safari sebagai browser yang lebih aman dengan kampanye besar-besaran, termasuk papan iklan di kota-kota besar yang menampilkan iPhone dengan slogan, "Safari—browser yang benar-benar privat.”

Meski tidak secara eksplisit menyebut Chrome, Apple memberi pesan kuat dengan menyindir fitur mode penyamaran (Incognito Mode) milik Chrome sudah ketinggalan zaman dalam melindungi privasi dan pengguna pantas mendapatkan perlindungan yang lebih baik.

"Tetap menggunakan definisi mode privat tahun 2005 yang hanya bersifat sementara, seperti Mode Penyamaran Chrome, tidak lagi sesuai. Pengguna mengharapkan dan layak mendapatkan lebih," tulis Apple dalam artikel informasi pembaharuan Safari seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu, 16 November 2024.

Dorongan Apple agar pengguna menjauhi Chrome dan tetap setia pada Safari tercermin dalam iklan video berjudul "Flock." 

Mengambil inspirasi dari film klasik Hitchcock, The Birds, iklan ini menggambarkan orang-orang yang diikuti oleh sekumpulan mata-mata berbentuk burung yang terus memantau aktivitas mereka di internet hingga mereka beralih ke Safari. Ketika pengguna membuka Safari, para mata-mata tersebut berhenti mengejar. 

Menurut Forbes "Flock" merujuk pada FloC (Federated Learning of Cohorts), sebuah proyek eksperimental Google dalam menciptakan privasi berbasis kohort dan mendapat banyak kritik. Video ini sebagai sindiran terhadap FLoC yang gagal tersebut.

Namun, Google tidak tinggal diam. Dalam menarik perhatian pengguna iPhone, Google kini melawan balik dengan meluncurkan pembaruan utama untuk Chrome di iOS pada hari Selasa, 12 November 2024.

Pembaruan terbaru itu diharapkan menambah daya tarik Chrome bagi pengguna iPhone, yaitu:

1. Integrasi AI, yakni kemampuan menggunakan Google Lens untuk mencari dengan gambar dan teks sekaligus.

2. Google mengisyaratkan adanya persiapan untuk meluncurkan aplikasi AI Gemini secara mandiri di iPhone.

3. Memungkinkan pengguna untuk menyimpan foto dan file di Google Drive, membantu pengguna iPhone mengatasi keterbatasan penyimpanan.

4. Fitur untuk berbelanja online dengan informasi harga terbaru, meski saat ini hanya tersedia di AS.

5. Integrasi yang lebih ketat antara Chrome dan Google Maps, memungkinkan pengguna untuk melihat peta mini langsung dari Chrome.

"Sebelumnya, Anda dapat mengambil foto atau mengunggah foto dari galeri untuk mencari gambar dengan Google Lens di Chrome pada iOS. Kini, Anda juga dapat menambahkan kata ke kueri visual untuk mencari gambar dan teks secara bersamaan. Ini memungkinkan Anda melakukan pencarian yang lebih kompleks dan spesifik, dengan hasil yang lebih bermanfaat dan relevan," jelas Google.

Forbes menyebutkan Google berambisi meningkatkan pangsa pencariannya di iPhone dari 30 persen menjadi 50 persen. Ini berarti menambah sekitar 300 juta pengguna baru, yaitu pengguna Iphone dari Safari ke Crome.

Apple diperkirakan akan merespons upaya ini, mengingat pertempuran antara Safari dan Chrome tampaknya akan terus berlanjut.

Ada dua ancaman besar bagi Apple dalam situasi ini. Pertama, regulator mendesak agar "taman berpagar" ekosistem seperti milik Apple lebih terbuka dari sebelumnya. Kedua, meski Chrome dikenal melacak data pengguna, sebagian besar pengguna lebih mengutamakan fitur dan kinerja ketimbang privasi.

Safari dan Chrome adalah dua pemain utama dalam persaingan browser di perangkat mobile yang menguasai 91 persen pangsa pasar global. Karena Safari tidak tersedia di Android, kompetisi langsung antara keduanya hanya terjadi pada perangkat iPhone.

Dengan update terbaru dari Google yang menargetkan jutaan pengguna maka persaingan ini semakin intens.

Langkah ini tentu mengundang respons keras dari Apple yang tidak ingin kehilangan dominasi Safari di ekosistemnya.[]

 

Editor: Lia Dali

apple iphone persaingan peramban google crome ios