CSIS Sebut Presiden Prabowo Bakal Evaluasi Direksi BUMN
"Jadi bukan hanya menteri dan wamen yang dievaluasi, direksi BUMN juga akan dievaluasi," ujar D Nicky Fahrizal, Jumat, 25 Oktober 2025.

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS D Nicky Fahrizal.
PINTOE.CO - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang akan mengevaluasi seluruh anggota kabinet dalam enam bulan mendatang merupakan keputusan yang tepat. Langkah ini dinilai efektif untuk memperkuat kekuasaan eksekutif.
Peneliti CSIS, D Nicky Fahrizal, mengatakan bahwa kepemimpinan Prabowo berfokus pada mengefektifkan kekuasaan eksekutif, sehingga tidak hanya menteri dan wakil menteri yang akan dievaluasi, tetapi juga direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Jadi bukan hanya menteri dan wamen yang dievaluasi, direksi BUMN juga akan dievaluasi," ujarnya dalam diskusi CSIS di Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2025.
Menurutnya, evaluasi terhadap direksi BUMN akan dilakukan oleh Menteri BUMN atas instruksi Presiden Prabowo. Presiden akan memantau siapa saja yang tidak efisien, terlibat korupsi, atau tidak maksimal dalam bekerja.
Fahrizal juga menyebut bahwa jika Menteri BUMN tidak tegas, ia berpotensi dicopot oleh presiden.
Prabowo disebut akan menerapkan model kekuasaan eksekutif tunggal yang solid, di mana semua institusi di bawah kekuasaannya akan diawasi dan dievaluasi.
"Tidak ada yang akan lolos dari evaluasi Presiden Prabowo," kata Fahrizal.
Langkah evaluasi ini diharapkan menjadi bukti komitmen Prabowo dalam menjalankan janji kampanyenya agar publik bisa menilai bahwa Prabowo Subianto adalah pemimpin yang dapat dipercaya.
Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, mengatakan bahwa para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih akan dievaluasi pada Maret-April 2025. Mereka yang tidak menunjukkan hasil baik atau melanggar, akan diberi tindakan tegas. Kabinet Merah Putih terdiri dari 53 menteri dan 56 wakil menteri.[]