Polisi sudah Terima Laporan Ancaman Pembunuhan terhadap Relawan Bustami Hamzah di Aceh Tamiang
Pihak kepolisian langsung menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas laporan korban.

Relawan Bustami Hamzah-Syech Fadhil di Aceh Tamiang menyampaikan laporan ke Polres Aceh Tamiang
PINTOE.CO - Relawan Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang resmi melaporkan pelaku ancaman pembunuhan disertai kekerasan dari kelompok yang mengaku sebagai bagian dari Komite Peralihan Aceh (KPA) ke Polres Aceh Tamiang.
"Iya benar (telah dilaporkan) tadi sekitar pukul 14.00 WIB kita ke polres," kata Ketua RKB Aceh Tamiang, Asrizal H Asnawi, Senin, 11 November 2024.
Menurut Asrizal, ancaman pembunuhan itu disampaikan berulang kali oleh pelaku. Bahkan, pelaku juga mempertanyakan pihak yang menjadi beking atau pelindung korban.
Asrizal menjelaskan,bukti telah terjadinya kekerasan adalah baju korban mengalami kerusakan. Kancing baju korban pun terlepas akibat tindakan kekerasan fisik tersebut.
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas laporan korban di bagian Reskrim Polres Aceh Tamiang dan menyita baju korban sebagai barang bukti.
“Saat kejadian memang tidak ada yang sempat mengambil video, tetapi bukti berupa baju korban telah kami serahkan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitkan, Sekretaris Relawan Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang, Safwan, dikabarkan mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok yang mengaku sebagai bagian dari KPA Wilayah Aceh Tamiang pada Minggu, 10 November 2024. Asrizal menjelaskan bahwa ancaman tersebut terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Karang Baru.
"Pak Safwan melaporkan kepada saya bahwa dia diancam bunuh oleh kelompok tersebut. Kejadian ini terjadi di warung kopi depan SPBU Karang Baru," kata Asrizal.
Menurutnya, awalnya Safwan dihubungi oleh seseorang melalui telepon. Dua mobil kemudian mendatangi rumah Safwan di Kecamatan Manyak Payed, tetapi Safwan tidak ada di rumah saat itu.
"Orang tersebut kemudian menghubungi Safwan, dan tidak lama setelah itu dua mobil mendatangi Safwan di warung kopi," jelas Asrizal.
Kelompok tersebut meminta Safwan mengalihkan dukungan ke pasangan Muzakir Manaf-Fadlullah. Mereka bahkan meminta Safwan membuat video dukungan untuk pasangan itu. Namun, ketika Safwan menolak permintaan tersebut, ancaman terjadi.
"Safwan diancam bunuh, bahkan kerah bajunya ditarik oleh pelaku," ungkap Asrizal.
Atas kejadian ini, Asrizal menyatakan akan melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang, yakni Polres Aceh Tamiang dan Panwaslih Pilkada.
"Ini adalah tindakan premanisme yang merusak semangat pilkada damai di Aceh. Kami akan membuat laporan resmi ke Polres," tegasnya.
Selain Safwan, Asrizal mengungkapkan bahwa sejumlah relawan dan saksi dari pasangan Bustami Hamzah-Fadil Rahmi juga mengalami ketakutan setelah didatangi kelompok tersebut.
"Beberapa relawan kami merasa takut setelah didatangi kelompok ini. Ini harus menjadi perhatian aparat hukum dan keamanan agar pilkada berjalan kondusif," tambahnya.
Asrizal menyayangkan tindakan premanisme ini terjadi menjelang pemungutan suara Pilkada 2024.[]