Riset NielsenIQ: Masyarakat Indonesia Habiskan Rp256 Triliun untuk Kebutuhan Harian dan Gadget
Pengeluaran orang Indonesia 81 persen untuk membeli kebutuhan harian, sementara 19 persen lainnya untuk produk teknologi, seperti komputer, tablet, dan ponsel pintar.

Ilustrasi belanja di swalayan I Foto: Unsplash/Hobi Industri
PINTOE.CO - Riset terbaru NielsenIQ (NIQ) menunjukkan bahwa total pengeluaran untuk barang konsumsi sehari-hari (Fast Moving Consumer Goods/FMCG) dan produk teknologi alias gadget masyarakat Indonesia mencapai Rp256 triliun pada kuartal ketiga (Q3) 2024.
Data itu berdasarkan laporan Retail Spend Barometer Indonesia yang dirilis NielsenIQ (NIQ). Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai belanja konsumen ritel di berbagai sektor di Indonesia.
Dalam itu, NielsenIQ mengungkap 81 persen dari total pengeluaran tersebut digunakan orang Indonesia untuk membeli produk-produk FMCG, seperti makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sementara itu, sisanya sebesar 19 persen dialokasikan untuk produk teknologi, seperti komputer, tablet, dan ponsel pintar.
“Konsumen menunjukkan selera belanja yang lebih baik pada Q3 2024, meskipun masih lambat, baik untuk FMCG maupun consumer tech," kata Executive Director for Retail Vertical at NIQ in Indonesia, Wiwy Sasongko, dalam keterangannya dikutip Senin, 2 Desember 2024.
Dia menilai sektor Beverages dan Ambient Food adalah pendorong pertumbuhan FMCG, sementara produk IT dan Telekomunikasi mendorong pertumbuhan Consumer Tech.
"Menjelang musim liburan akhir tahun, konsumen diperkirakan akan terus meningkatkan pengeluaran mereka sehingga menghasilkan pertumbuhan pasar yang lebih tinggi," ucap Wiwy menambahkan.
Khusus untuk FMCG, konsumen Indonesia menghabiskan Rp208 triliun pada Q3 2024, naik 1,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Begitu juga value pertumbuhannya, naik dari 0,2 persen pada Q2 2024 ke angka 1,1 persen pada Q3 2024.
Peningkatan pengeluaran untuk produk FMCG utamanya didorong oleh pengeluaran untuk produk beverages, seperti kopi, teh siap minum, air mineral, termasuk minuman yang perlu diseduh dulu, serta produk ambient food seperti makanan yang cukup disimpan di suhu ruangan seperti mi instan, minyak goreng, kecap, dan sebagainya.
NIQ meyakini dengan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi dan stabilisasi inflasi, pengeluaran konsumen Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari di kategori FMCG akan tetap meningkat pada kuartal berikutnya.
Apalagi, pada Q4 2024 peningkatan pengeluaran akan banyak dipicu oleh perayaan Natal dan Tahun Baru yang ditandai dengan aktivitas liburan dan perayaan sehingga konsumen akan lebih banyak berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya.
Sementara itu, pengeluaran konsumen untuk barang-barang Tech & Durables juga menunjukkan tren positif pada Q3 2024 dengan pertumbuhan 4,3 persen year-on year yang utamanya didorong oleh sektor Technical Consumer Goods.
Pengeluaran di sektor ini menjadi yang tertinggi, dengan kenaikan sebesar 6,2 persen pada Q3 2024 dan tercatat tumbuh 12,7 persen dari tahun lalu.
Primadona di sektor ini adalah IT (PC dan tablet) dan Telco (smartphone), di mana konsumen lebih banyak membelanjakan uangnya untuk membeli produk PC atau tablet dan ponsel yang memberikan value lebih tinggi kepada mereka.
Di sisi lain, pembelanjaan untuk produk-produk DIY & Home Improvement justru mengalami penurunan sebesar 14,8 permen, di mana belanja lampu LED menjadi kontributor terbesar yaitu turun paling tinggi sebesar 16,9 persen.
Begitu juga pengeluaran untuk produk Home Appliance (perangkat rumah tangga meliputi mesin cuci, AC, kulkas) turun 2,2% dengan penurunan terbesar terjadi pada produk air conditioner (-2,4 persen) dan mesin cuci (-5,4 persen).[]
Editor: Lia Dali