Puncak gunung tertinggi di Jepang ini selalu diselimuti salju di awal Oktober. Hanya saja hingga kini sama sekali tidak ditemukan salju di Gunung Fuji.

Panas Ekstrem di Jepang Bikin Gunung Fuji Belum Diselimuti Salju

Gunung Fuji saat ini belum ditutupi salju karena kondisi panas ekstrem (Beritasatu.com)

PINTOE.CO - Kondisi panas ekstrem saat ini tengah melanda Jepang. Masyarakat Jepang kian khawatir dengan dampak-dampaknya. Salah satu dampak yang ditakuti warga Jepang akibat panas ekstrem ialah saat ini Gunung Fuji belum terselimuti salju.

Biasanya, gunung ini diselimuti salju hampir sepanjang tahun hingga musim pendakian tahunan dibuka pada bulan Juli sehinga menarik jutaan pengunjung yang ingin mendaki ke puncak atau menikmati matahari terbit dari lereng terkenalnya.

Puncak gunung tertinggi di Jepang ini selalu diselimuti salju di awal Oktober. Hanya saja hingga kini sama sekali tidak ditemukan salju di Gunung Fuji.

"Hingga Selasa (29/10/2024), puncaknya tetap gersang menimbulkan kekhawatiran akan dampak krisis iklim pada salah satu landmark paling dicintai di negara itu," sebut siaran CNN.

Kantor Meteorologi Lokal Kofu Jepang, yang setiap tahun mengumumkan salju pertama di Fuji sejak berdiri pada 1894, juga belum melakukan pengumuman tersebut tahun ini karena cuaca yang sangat hangat.

"Karena suhu tinggi di Jepang terus berlangsung sejak musim panas dan sering turun hujan, belum ada salju," ujar Shinichi Yanagi, pejabat meteorologi di kantor Kofu, dikutip dari Berita Satu.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, pada September lalu Jepang mengalami musim panas terpanas dalam sejarahnya tahun ini sejak pencatatan dimulai pada 1898. Suhu rata-rata dari Juni hingga Agustus adalah 1,76 derajat celsius di atas level normal, melampaui rekor sebelumnya sebesar 1,08 derajat celsius pada 2010.

Jepang juga tetap hangat hingga musim gugur, dengan setidaknya 74 kota mencatat suhu 30 derajat celsius atau lebih tinggi di minggu pertama Oktober, menurut analisis dari kelompok riset nirlaba Climate Central.

"Panas tak biasa di Jepang pada bulan Oktober ini tiga kali lebih mungkin terjadi akibat krisis iklim," terang Climate Central.

Musim panas ekstrem di Jepang ini bukanlah kejadian lokal saja. Negara-negara lainnya juga mengalami kondisi yang sama.  Sebuah studi baru pada Januari 2024 lalu mehyebutkan bahwa krisis iklim telah mengurangi ketebalan salju di sebagian besar belahan bumi utara dalam 40 tahun terakhir.[]

panas ekstrem jepang salju gunung fuji