Apakah ChatGPT Search Lebih Baik dan Akan Menumbangkan Google?
Di dunia web yang penuh kekacauan, ChatGPT terasa seperti teman yang membantu.

Ilustrasi (theweek.com)
PINTOE.CO - OpenAI akhirnya mulai merambah dunia mesin pencarian internel usai merilis ChatGPT Search. Kehadiran ChatGPT Search atau SearchGPT disebut berpotensi mengancam eksistensi Google sebagai sumber utama pencarian informasi di internet yang telah digunakan orang-orang di seluruh dunia.
Dengan adanya fitur mesin pencari baru yang disebut SearchGPT yang terintegrasi dengan chatbot ChatGPT, beberapa ahli mulai bertanya-tanya apakah ini akan menjadi akhir bagi Google. Kecerdasan buatan generatif (AI) sudah mulai mengubah ekosistem mesin pencari.
Selain ChatGPT Search, Google juga menghadapi persaingan dengan hadirnya Perplexity AI, yaitu mesin pencari yang ditingkatkan dengan AI dan telah menerima "lebih dari $400 juta dalam pendanaan" seperti dilaporkan The Washington Post.
Memang masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa SearchGPT lebih baik sebagai mesin pencari ketimbang Google Search. Seorang pakar yang pendapatnya dikutip dari The Weeks menyebutkan bahwa masih diragukan OpenAI memiliki kedalaman pengetahuan yang sebanding dengan milik Google. kata Ulanoff.
"Namun demikian, untuk saat ini, pencarian ChatGPT terasa lebih baik," kata ahli tersebut.
Baik ChatGPT Search maupun Google punya keunggulan masing-masing. Jika pengguna menginginkan hasil pencarian yang komprehensif dengan banyak sumber dan visual, Google masih menjadi mesin pencari unggulan.
Namun, jika pengguna lebih mengutamakan jawaban yang jelas, bebas iklan, dan berbentuk percakapan, ChatGPT memberikan lebih baik daripada Google sehingga layak menjadi pilihan utama untuk menjawab pertanyaan sehari-hari.
Dikutip dari The Weeks, hasil pencarian ChatGPT bebas dari distorsi dan secara keseluruhan lebih dapat diandalkan. Hasilnya yang ditampilkan terasa seperti ditujukan khusus untuk penanya atau pengguna. Di dunia web yang penuh kekacauan, ChatGPT terasa seperti teman yang membantu.
Hanya saja, ChatGPT Search belum seunggul Google dalam menangani pertanyaan dengan kata kunci pendek. Keunggulan Google ini membuatnya masih menjadi mesin pencari yang tak tergantikan. Sampai OpenAI dapat mencapai keunggulan ini, Google akan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang.
Calvin Wankhede dari Android Authority menyebutkan bahwa membuat ChatGPT sebagai mesin pencari utama "belum masuk akal". Pengalaman keseluruhan dengan mesin pencari baru ini "masih cukup sederhana," dan "chatbot ini memiliki cara terbatas untuk mendapatkan informasi waktu nyata".
Kepala Arsitek AI di NYU Stern School of Business dan pendiri konsultan AI Mindset, Conor Grennan, mengatakan bahwa ChatGPT tidak akan bisa menumbangkan Google sebagai mesin pencari utama begitu saja. Dia menjelaskan, produk yang masih dalam tahap awal ini "tidak dapat bersaing dengan distribusi besar milik Google" dan juga dengan "kenyamanan yang dimiliki orang-orang dalam menggunakan Google".[]
Editor: Bisma