MA Tolak Kasasi, Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Tetap Dibui 12 Tahun
Pada tingkat banding sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider empat bulan kurungan kepada SYL.

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi), Jumat (5/7/2024) I Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
PINTOE.CO - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), selaku terdakwa kasus pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).
"Tolak kasasi terdakwa dengan perbaikan mengenai redaksi pembebanan uang pengganti kepada terdakwa," demikian bunyi putusan tersebut dilansir dari situs MA, Jumat, 28 Februari 2025.
"Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp44.269.777.204 ditambah USD30.000," lanjut putusan tersebut.
Dengan putusan itu, maka hukuman yang dijatuhkan terhadap SYL tetap berupa 12 tahun penjara sebagaimana hukuman yang dijatuhkan pada vonis di tingkat banding.
Pada tingkat banding sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider empat bulan kurungan kepada SYL.
SYL juga dihukum dengan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sejumlah Rp44.269.777.204 dan US$30 ribu subsider lima tahun penjara.
Sebelumnya, hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menyatakan SYL terbukti bersalah melakukan pemerasan terhadap anak buahnya di Kementan.
SYL dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 e juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Hakim menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta. Total pemerasan Rp44,2 miliar dan USD30 ribu. Namun, hakim menyebut uang yang dinikmati SYL dan keluarganya Rp14,1 miliar dan USD30 ribu.
Hakim PN Tipikor Jakarta Pusat pun menghukum SYL membayar uang pengganti sejumlah uang yang diterimanya, yakni Rp14.147.144.786 dan USD30 ribu. Jika harta benda SYL tak mencukupi untuk membayar uang pengganti itu maka diganti dengan kurungan.
KPK tak terima dengan putusan itu dan mengajukan upaya banding serta meminta SYL dihukum membayar uang pengganti Rp44,2 miliar.
Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian memperberat hukuman SYL menjadi 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan. Hukuman uang pengganti SYL juga ditambah menjadi Rp 44.269.777.204 dan USD30 ribu.[]
Editor: Lia Dali