Tim pencarian menyusuri sungai sejauh 10 kilometer dengan menggunakan perahu ke arah hilir. Namun, hingga Senin pagi, para korban belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan Cari Lima Korban Perahu Terbalik di Aceh Tenggara

Foto: Ist

PINTOE.CO - Tim SAR dan gabungan mencari lima korban perahu motor yang terbalik di Sungai Serakut, Desa Bun Bun Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Sementara satu korban telah ditemukan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu, 22 Desember 2024 sekitar pukul 13.00 WIB. 

Menurutnya, enam orang berangkat dari Serakut menuju Desa Bun Bun Alas, Kecamatan Babul Rahmah, menggunakan perahu motor. Namun, dalam perjalanan, perahu itu terbalik dan semua penumpangnya hanyut.

Dikutip dari Antara, para korban yang belum ditemukan adalah Dilal Bara (7) dan Fatimah (21), warga Desa Lawe Kinga Tebing Tinggi, Kecamatan Semadam; Asnah (40) dan Cahaya (10), warga Desa Sebungke, Kecamatan Lawe Sigala-Gala; serta Sahrul (50) dan Mahmudah (17), warga Desa Bun Bun Indah, Kecamatan Leuser.

Mengetahui persitiwa itu tim pencarian yang terdiri dari Pos SAR Kutacane, TNI, Polri, BPBD Aceh Tenggara, dan masyarakat langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. 

Tim pencarian menyusuri sungai sejauh 10 kilometer dengan menggunakan perahu ke arah hilir. Namun, hingga Senin pagi, para korban belum ditemukan.

Pada pukul 11.15 WIB, tim SAR mendapatkan informasi bahwa satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 41,6 kilometer dari lokasi perahu terbalik. Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit Kota Subulussalam karena jaraknya lebih dekat dibandingkan Kutacane.

Ibnu Harris mengatakan pencarian dihentikan sementara karena kondisi malam yang gelap. "Pencarian akan dilanjutkan keesokan hari. Kami berharap seluruh korban bisa segera ditemukan," ujarnya.

Hingga kini, keluarga korban terus menunggu kabar di lokasi pencarian, sementara tim SAR berupaya maksimal untuk menemukan para korban yang masih hilang.[]

korban tenggelam aceh tenggara