Sugiono menilai BRICS sebagai platform yang tepat untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang, terutama dari kawasan Global South.

Menlu Sugiono: Indonesia Ingin Jadi Mitra Baru BRICS

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono berbincang dalam pertemuan bilateral dengan Presiden New Development Bank (NDB), Dilma Rousseff, di Kazan, Rusia

Jakarta - Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyatakan keinginan Indonesia untuk bergabung sebagai mitra baru BRICS, yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Menurutnya, prioritas BRICS sejalan dengan program Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Sugiono menyebutkan bahwa fokus BRICS pada ketahanan pangan, energi, dan pemberantasan kemiskinan selaras dengan program pemerintah Indonesia.

"Kita melihat prioritas BRICS sejalan dengan program kerja Kabinet Merah Putih, seperti ketahanan pangan, energi, dan pemberantasan kemiskinan," ujarnya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus 2024 di Kazan, Rusia.

Ia juga menilai BRICS sebagai platform yang tepat untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang, terutama dari kawasan Global South.

"Bergabungnya Indonesia ke BRICS adalah bagian dari politik luar negeri bebas aktif kita, tanpa mengikuti kubu tertentu," tambah Sugiono.

BRICS merupakan blok ekonomi yang dibentuk oleh negara-negara berkembang, dengan tujuan meningkatkan kerja sama ekonomi di antara anggotanya. Nama BRICS sendiri diambil dari singkatan nama negara pendirinya.

sugiono brics