Pada 2050, diperkirakan perubahan iklim bisa meningkatkan kerusakan tanaman hingga 20% di wilayah pertanian.

Perubahan Iklim Kian Mengkhawatirkan, Kementan Siapkan Teknologi Digitalisasi di Sektor Pertanian

Drone sprayer | Foto: Terra Drone Indonesia

PINTOE.CO - Kementerian Pertanian memastikan sektor pertanian adalah fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Peningkatan anggaran pangan pada RAPBN 2025 menjadi Rp124,4 triliun menunjukkan komitmen pemerintah serta dukungan pemerintah terhadap produktivitas pangan.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil pada Rabu, September 2024. Ia menambahkan, ekosistem digital menjadi penentu ketahanan pangan dan Smart Farming 4.0 merupakan strategi yang tepat menghadapi tantangan industri pertanian saat ini.

"Sistem pertanian terintegrasi berbasiskan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam proses produksi, sekaligus memberikan keuntungan kompetitif bagi para pelaku industri pertanian," terangnya seperti dilansir Antara.

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan perubahan iklim berpotensi meningkatkan kerusakan tanaman hingga 20% di wilayah pertanian pada 2050.

Dengan demikian, daerah pertanian membutuhkan teknologi inovatif untuk menjawab tantangan yang berpeluang terjadi di masa depan, yang mengancam eksistensi pertanian. Salah satu teknologi tersebut ialah Drone Sprayer yang dipamerkan Alsintani, Paper Packaging Maker dari PT Hagihara Westjava Industries, dan PT Lami Packaging yang menampilkan kemasan aseptik pertama tanpa aluminium.

Kombinasi antara teknologi sprayer dan drone memungkinkan penyemprotan dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga meningkatkan efisiensi proses pertanian. Ke depan, peningkatan level mekanisasi pertanian dengan mengolaborasikan alat dan mesin pertanian dengan teknologi terbaru semakin penting.[]

 

teknologi pertanian digitalisasi pertanian