Berdampak Parah, Walhi Aceh Minta Pemerintah Selidiki Pencemaran Sungai Singgersing
Diketahui perangkat gampong setempat yang berdampak langsung sudah menyurati pemerintah Kota Subulussalam bahwa ada pencemaran sungai karena ada praktek land clearing perusahaan saw

Foto: Dokumen Walhi Aceh
PINTOE.CO - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh meminta pemerintah bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menurun tim untuk menyelidiki pencemaran yang terjadi di sungai Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Sebelumnya, Walhi Aceh menduga pencemaran terjadi akibat adanya aktivitas land clearing atau pembukaan lahan perkebunan sawit di sekitar sungai tersebut.
Diketahui perangkat gampong setempat yang berdampak langsung sudah menyurati pemerintah Kota Subulussalam bahwa ada pencemaran sungai karena ada praktek land clearing perusahaan sawit.
“Jangan demi pengusaha sawit, merusak ekosistem dan juga mengorbankan perekonomian warga,” ungkap Direktur Walhi Aceh, Ahmad Shalihin melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/5/2024).
Walhi Aceh menilai, ini sangat mendesak untuk segera diatasi sebelum terlambat, karena dapat berdampak kerusakan terhadap berbagai ekosistem yang ada di sana. Selain itu juga berpotensi terjadi konflik sosial antara warga dengan perusahaan sawit yang sedang melakukan pembersihan lahan.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Subulussalam, Azhari yang baru saja dilantik mengatakan bakal menindak tegas para perambah hutan yang menyebabkan bencana di daerah yang dipimpinnya saat ini.
"Kalo memang itu melakukan sebuah pelanggaran, saya pikir negara maupun pemerintah bakal menindak hal-hal seperti ini," kata Azhari usai pelantikan dirinya di Banda Aceh, Kamis, 16 Mei 2024.
Azhari menyampaikan tindakan tersebut dapat menjadi pembelajaran supaya tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum maupun ketentuan negara.
Pernyataan Azhari tersebut menyikapi pesan yang disampaikan oleh Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah pada saat melantiknya dirinya.
Bustami berpesan kepada Pj Walikota Subulussalam tersebut untuk mewaspadai semua potensi bencana dan menghindari kemungkinan terburuk yang dapat berdampak pada kehidupan warganya.