Pengibar Bendera Bulan Bintang di Polsek Samalanga Minta Maaf
Ade Harianto mengingatkan agar kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di mana pun dan kapan pun.

Para pelaku pemasangan bendera bulan bintang di pagar Polsek Samalanga Polres Bireuen berinisial NN, YI, MR, dan MN, 1 April 2024. Foto: Humas Polda Aceh.
PINTOE.CO - Kepolisian Daerah (Polda Aceh) menyatakan pelaku pengibaran bendera bulan bintang di pagar Polsek Samalanga, Polres Bireuen, telah menyampaikan permintaan maafnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto mengatakan para pelaku mengakui motif pengibaran bendera bulan bintang di pagar Polsek Samalanga karena emosi sesaat terkait penanganan perkara yang melibatkan keluarganya.
Keempat orang yang terlibat berinisial NN, YI, MR, dan MN. Mereka warga Kabupaten Bireuen.
"Mereka telah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya," kata Ade dalam keterangannya, Senin (1 April 2024).
Aksi pengibaran bendera bulan bintang di Mapolsek Samalanga terjadi pada Jumat lalu (29 Maret 2024).
Dalam video yang beredar, pelaku mengikat bendera bulan bintang yang pernah menjadi bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di pagar Polsek Samalanga.
Tangkapan layar pengibaran bendera bulan bintang di Polsek Samalanga
Bendera bulan bintang sebenarnya sudah disahkan oleh Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sebagai bendera resmi daerah pada 2013. Namun, hingga kini belum disetujui Pemerintah Pusat lantaran dianggap sebagai simbol GAM.
Ade Harianto mengingatkan agar kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di mana pun dan kapan pun. Untuk itu, kata Ade, butuh komunikasi yang baik antara para pihak, sehingga tidak muncul kesalahpahaman.
"Komunikasi antara para pihak itu penting dalam setiap permasalahan, agar tidak timbul kesalahpahaman hingga menimbulkan pidana," kata Ade.
Ade Harianto mengimbau semua pihak menjaga situasi Aceh agar tetap kondusif. Aapalagi Aceh akan menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Nasional pada September 2024 yang diikuti dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah.
"Situasi kondusif juga menjadi modal bagi investor untuk berinvestasi di Aceh. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan di Aceh," kata Ade Harianto.[]