Hal itu disampaikan Bustami Hamzah dalam perbincangan dengan PINTOE.CO pada Selasa malam (12 Maret 2024) di Fraser Residence, Jakarta.

Dilantik Siang Ini, Pj Gubernur Aceh: Prioritas Pertama Saya Tuntaskan APBA

Bustami Hamzah dijadwalkan dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh pada Rabu siang (13 Maret 2024) | Foto: PINTOE.CO/YAS

PINTOE.CO - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dijadwalkan melantik Sekda Aceh Bustami Hamzah dalam jabatan baru sebagai Penjabat Gubernur Aceh menggantikan Achmad Marzuki pada Rabu siang (13 Maret 2024). 

Kepada PINTOE.CO yang menemuinya di penginapan Fraser Residence di bilangan Sudirman, Jakarta, Bustami  mengatakan prioritas utamanya setelah dilantik menggantikan Ahmad Marzuki adalah menuntaskan persoalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) yang hingga kini masih belum disahkan.

"Prioritas pertama adalah menuntaskan APBA, kedua mensukseskan PON karena itu adalah proyek strategis nasional," kata Bustami Hamzah dalam perbincangan dengan PINTOE.CO pada Selasa malam (12 Maret 2024).

Bicara anggaran daerah, kata Bustami, tak boleh satu sen pun keluar jika anggaran belum disahkan.

"Insyaallah saya minggu-minggu pertama, tugas pertama saya menyelesaikan itu. Insyallah pasti bisa kalau kita belajar ikhlas," tambah Bustami.

Menurut Bustami, permasalahan APBA lantaran pihak legislatif dan eksekutif merasa benar sendiri. Karena itu, kata dia, solusinya adalah menyelesaikan sumbatan komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

"Sebenarnya saya lihat dari perjalanan saya, mereka sangat kooperatif. mereka juga manusia biasa yang perlu kita hargai," kata Bustami.

Menurutnya, sebenarnya anggota DPR Aceh juga mengetahui bahwa pengesahan APBA adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan pihak lain.

"Apalagi di Aceh masyarakat tergantung pada APBA karena kita tidak punya industri besar," ujarnya.

Begitu itu tersumbat, tambah Bustami, perputaran uang terhambat dan daya beli masyarakat juga rendah.

"Masyarakat berharap pemimpin itu hadir di tengah-tengah mereka dalam keadaan mereka susah atau bahagia. itu saja kuncinya,"ujarnya.

Seperti diketahui, meskipun telah melewati tahapan normalisasi oleh Kemendagri, Ketua DPR Aceh Zulfadhli belum bersedia membubuhkan tanda tangan tanda persetujuan APBA. Dia menolak meneken karena merasa tidak dilibatkan oleh  Tim Anggaran Pemerintah Aceh dalam merasionalisasi hasil evaluasi Kemendagri.

Zulfadli bahkan sempat menuding Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Ahmad Marzuki sebagai pihak yang menggelembungkan estimasi sisa anggaran 2024.[]

 

bustamihamzah gubernuraceh aceh apba2024