"Selama ini komunikasi antara legislatif dan eksekutif, tidak ada, nol persen," kata Zulfadhli.

 Demi APBA 2024, Pj Gubernur Aceh Baru dan Ketua DPRA Sepakati Hal Ini

PINTOE.CO - Sehari menjelang dilantik sebagai Penjabat Gubernur Aceh yang baru, Bustami Hamzah mencapai kata sepakat dengan Ketua DPR Aceh Zulfadhli untuk membangun hubungan dan komunikasi lebih harmonis antara eksekutif dan legislatif terkait belum disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2024 senilai Rp11 triliun lebih.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang berlangsung secara informal pada Selasa malam (12 Maret 2024) di Fraser Residence di bilangan Sudirman, Jakarta.

Mengenakan kain sarung dan kemeja putih garis biru, Ketua DPRA Zulfadhli bertandang ke ruangan yang ditempati Bustami Hamzah dan keluarga di Fraser Residence sekitar pukul 21.30 WIB.

Bustami berada di sana lantaran menunggu pelantikan sebagai Penjabat Gubernur Aceh menggantikan Ahmad Marzuki di Kementerian Dalam Negeri pada Rabu siang (13 Maret 2024). Sebelumnya, Bustami menjabat Sekda Aceh.

Kedatangan Zulfadhli yang akrab disapa Abang Samalanga diterima dalam suasana penuh kekeluargaan oleh Bustami.

Seperti diketahui, meskipun telah melewati tahapan normalisasi oleh Kemendagri, Ketua DPR Aceh Zulfadhli belum bersedia membubuhkan tanda tangan tanda persetujuan. Dia menolak meneken karena merasa tidak dilibatkan oleh  Tim Anggaran Pemerintah Aceh dalam merasionalisasi hasil evaluasi Kemendagri.

Zulfadli bahkan sempat menuding Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Ahmad Marzuki sebagai pihak yang menggelembungkan estimasi sisa anggaran 2024.

Kepada PINTOE.CO yang menemuinya seusai bertemu Bustami Hamzah, Zulfadhli mengatakan pihaknya berharap pertemuan malam itu dapat membuka jalan bagi terjalinnya hubungan yang lebih baik antara legislatif dan eksekutif.

"Mungkin nanti di Aceh kita akan duduk kembali pada hari Jumat di DPRA. Di situ nanti baru kita akan bicarakan langkah ke depannya bagaimana," kata Zulfadhli.

Dalam pertemuan itu Zulfadhli sempat menyematkan cincin miliknya ke jemari Bustami sebagai tanda kekeluargaan.  

Menurutnya, selama ini komunikasi antara kedua lembaga tidak berjalan sesuai harapan.

"Hambatan selama ini komunikasi antara legislatif dan eksekutif, tidak ada, nol persen. Itu saja. kalau tersumbat komunikasi, ya semua tersumbat. Semoga pertemuan pada hari Jumat nanti bisa menghasilkan solusi yang lebih baik untuk Aceh," kata Zulfadhli.

Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah sepakat dengan Zulfadhli.

"Kita mengharapkan hasil yang lebih baik untuk Aceh. Bahwa fokus kita, pelantikan ini bisa membawa kebaikan untuk Aceh. Apa pun, roda pemerintahan itu baru bisa berjalan normal apabila roda pemerintahan itu clear," kata Bustami.[]

aceh dpra bustamihamzah zulfadhli apba2024