"Memperlakukan mereka di luar konteks nilai-nilai kemanusiaan itu tidak tepat," tuturnya.

Ihwal Rohingya, Ulama Aceh: Kita Harus Tetap Menghargai Sesama Manusia

Ketua MPU Aceh Tengku Faisal Ali I Foto: istimewa

PINTOE.CO - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh meminta seluruh masyarakat menyikapi dengan arif dan bijaksana terkait kedatangan pengungsi Rohingya di Tanah Rencong.

Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Lem Faisal, mengatakan dalam konteks kemanusiaan penanganan pengungsi Rohingya ini perlu dilakukan secara baik.

"Kita sebagai manusia harus tetap menghargai sesama manusia. Tetapi juga tidak mentolerir adanya tindakan-tindakan kriminal (perdagangan manusia)," ucap Lem Faisal, Sabtu, 9 November 2024.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga punya andil dan tanggung jawab menuntaskan serta menyelesaikan persoalan pengungsi Rohingya di Aceh.

"Pemerintah jangan memberikan status pengungsi Rohingya ini kepada masyarakat. Jadi harus ada kejelasan daripada pemerintah," ujar Lem Faisal.

Terkait adanya dugaan pelanggaran hukum di sana, Lem Faisal meminta aparat untuk melakukan penindakan dan menghukum seberat-beratnya, karena kasusnya sampai ada yang meninggal akibat adanya perdagangan manusia. 

"Jadi mengarahkan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, bukan dalam arti menutupi penegakan hukum terhadap pelanggaran," ungkapnya.

MPU Aceh, kata dia, sangat mendukung aparat keamanan untuk melakukan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan penyeberangan Rohingya ke negara-negara lain. 

"Agen itu kita minta dihukum dengan seberat-seberatnya. Tetapi bagi kita masyarakat tetap harus bisa memberikan apa yang bisa kita berikan kepada mereka dalam konteks kemanusiaan, siapa pun dia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks kemanusiaan yang beriman kepada Allah, meyakini adanya pertanggungjawaban kehidupan di hari akhirat maka semua pihak perlu melakukan hal-hal kemanusian kepada siapapun.

"Memperlakukan mereka di luar konteks nilai-nilai kemanusiaan itu tidak tepat," tuturnya.[]

 

Editor: Lia Dali

pengungsi rohingya  rohingya mpu aceh kemanusian pemerintah