"Kurangnya partisipasi dalam pengajian dan pengaruh besar dari teknologi, terutama media sosial, menjadi faktor utama," kata Tiara.

Kekerasan Seksual Meningkat, DP3A Aceh: Ada Pergeseran Degradasi Akhlak

Ilustrasi

PINTOE.CO - Kekerasan seksual masih menjadi masalah serius di Aceh. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Aceh mencatat jumlah kasus pemerkosaan tertinggi di Indonesia pada tahun 2023, dengan 135 kasus yang dilaporkan.

Kasus pemerkosaan terhadap perempuan dan anak-anak di Aceh terus meningkat. Plt Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Aceh, Tiara Sutari, mengatakan bahwa ada pergeseran degradasi akhlak di masyarakat. 

"Kurangnya partisipasi dalam pengajian dan pengaruh besar dari teknologi, terutama media sosial, menjadi faktor utama," kata Tiara.

"Perkenalan melalui media sosial sering kali membuat korban cepat percaya kepada orang yang mereka temui di dunia maya," tambahnya. 

Dalam laporan BPS, kejahatan seksual dibagi menjadi dua jenis: pemerkosaan dan pencabulan. Pada tahun 2020, Aceh mencatat 61 kasus pemerkosaan dan 171 kasus pencabulan, dengan total 232 kasus kejahatan seksual.

DP3A Aceh terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi tentang pencegahan pemerkosaan dan kekerasan. 

"Kami bekerja sama dengan lembaga pendidikan, komunitas, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kejahatan seksual," jelas Tiara.

Program edukasi yang dilakukan mencakup seminar, workshop, dan kampanye kesadaran di media sosial. 

Selain itu, DP3A Aceh juga mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan pengajian untuk memperkuat moral dan akhlak masyarakat.

"Kerjasama dengan semua pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak di Aceh," kata Tiara. Dia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

Dengan langkah-langkah ini, DP3A Aceh berharap dapat mengurangi kasus kekerasan seksual di daerah tersebut dan membangun generasi muda yang lebih berakhlak dan bijak dalam menggunakan teknologi. 

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua," tutup Tiara.[]

kekerasanseksual kekerasanseksualaceh aceh provinsiaceh