Jelang Keberangkatan, Kemenag Minta Jamaah Haji Aceh Besar Rutin Berolahraga
Menurut Kepala Kemenag Aceh Besar Saifuddin, berolahraga secara teratur termasuk salah satu cara efektif untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi perjalanan haji yang melelahkan.

Ilustrasi ibadah Haji.| Foto : Kementerian Agama
PINTOE.CO - Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar meminta kepada calon jemaah haji untuk mempersiapkan fisik mereka dengan rutin berolahraga mandiri. Tujuannya agar para jemaah haji lebih siap dan sehat ketika berada di tanah suci nantinya.
Menurut Kepala Kemenag Aceh Besar Saifuddin, berolahraga secara teratur termasuk salah satu cara efektif untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi perjalanan haji yang melelahkan. Dengan kondisi fisik yang prima, para jemaah haji akan dapat menjalankan ibadah dengan lebih lancar dan nyaman.
"Kita harapkan jamaah haji juga harus mempersiapkan diri secara mandiri di rumah," kata Kepala Kemenag Aceh Besar Saifuddin, dikutip dari Antara, Selasa, 23 April 2024.
Dirinya menegaskan pelaksanaan ibadah haji membutuhkan stamina yang cukup karena perjalanannya juga melelahkan. Maka, jemaah haji perlu menjaga kesehatan dengan berolahraga.
Saifuddin mengingatkan calon jamaah haji juga menjaga pola hidup dengan mengatur pola makan dan memperbanyak olahraga. Kondisi fisik sangat diperlukan karena ibadah haji membutuhkan kesiapan yang matang baik fisik maupun mental.
"Jaga pola hidup dan terus mempersiapkan diri dengan mempelajari buku panduan yang telah dibagikan. Persiapan yang baik tentu akan mempermudah jamaah saat melaksanakan ibadah haji nantinya," ujarnya.
Selain itu, jemaah haji Aceh Besar juga diharapkan mempersiapkan diri belajar dan memahami hal-hal wajib terkait ibadah haji. Meskipun ada manasik, tetapi perlu juga belajar secara mandiri.
Dirinya menyampaikan memang pemerintah sudah memberikan bimbingan melalui manasik haji mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Tetapi, juga perlu belajar mandiri di rumah.
Semua persiapan sangat penting sebagai bekal, sebab saat jamaah berada di tanah suci membutuhkan pemahaman matang, mengingat kondisi alam antara Arab Saudi dan Indonesia berbeda.
"Kondisi Aceh dengan Arab Saudi jauh beda. Maka perlu belajar sungguh-sungguh. Jamaah harus paham supaya tergambar kondisi di tanah suci dan asrama. Ini penting supaya nanti saat ada masalah mudah ditangani," katanya.
Dalam kesempatan ini, Saifuddin juga menuturkan selain manasik haji tingkat, pihaknya juga akan melayani para jamaah yang ingin berkonsultasi terkait pelaksanaan ibadah haji.
"Kami membuka layanan konsultasi bagi jamaah yang ingin mengajukan pertanyaan terkait haji, di sisi lainnya kami juga sedang merampungkan berbagai persiapan terkait pemberangkatan haji pada tahun ini," katanya.
Tahun ini Aceh Besar memberangkatkan 396 jamaah haji (termasuk petugas) yang tergabung dalam kloter satu dan enam embarkasi Aceh. Mereka akan berangkat menuju Arab Saudi pada 29 Mei dan 3 Juni 2024.