Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Bahlil akan Temui Pertamina
Sebesar 20 persen pasokan minyak mentah dunia melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan lintasan yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman dengan lebar titik tersempitnya mencapai 21 mil I Foto: VOA Indonesia
PINTOE.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan melakukan pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) untuk membahas dampak rencana Iran yang mau menutup Selat Hormuz imbas konflik dengan Israel.
"Saya besok juga ada rapat dengan Pertamina untuk membahas berbagai langkah-langkah taktis dalam menghadapi dinamika global, khususnya kepada ketersediaan energi kita," ujarnya dalam acara Jakarta Geopolitik Forum IX di Jakarta, Selasa, 24 Juni 2025.
Bahlil mengatakan harga minyak akan melonjak jika nantinya Iran menutup selat Hormuz. Pasalnya, sebesar 20 persen pasokan minyak mentah dunia melintasi Selat Hormuz.
"Ketika Selat Hormuz ditutup ini akan berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia, sekalipun sekarang ini belum sampai 80 dolar AS per barel," sambungnya.
Dia menyebut sejatinya impor minyak Indonesia tidak hanya berasal dari Timur Tengah, tapi juga berasal dari kawasan Afrika dan Amerika Latin, mengingat Pertamina memiliki sejumlah blok migas di sana.
"Impor kita itu banyak, itu juga dari Afrika, Amerika Latin, karena beberapa sumur-sumur minyak Pertamina ada di sana. Kemudian beberapa Timur Tengah, tapi nanti berapa pastinya saya akan cek," ujarnya.
Antisipasi Pertamina
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyebutkan akan menyiapkan rute alternatif distribusi minyak mentah sebagai respons dari persetujuan penutupan Selat Hormuz oleh Parlemen Republik Islam Iran buntut memanasnya perang Iran-Israel.
"Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita, mengalihkan rute kapal ke jalur aman melalui Oman dan India," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, Minggu, 22 Juni 2025, dikutip dari Antara.
Fadjar juga menyampaikan stok minyak mentah di dalam negeri masih aman. Biaya operasional yang akan dipengaruhi oleh perubahan rute pelayaran saat ini masih dikalkulasi.
"Terkait biaya operasional masih kami periksa. (Stok minyak) sejauh ini masih aman," ujarnya.[]
Editor: Lia Dali

