Sembilan Kecamatan Terisolasi, Bupati Aceh Tengah Nyatakan Tak Mampu Tangani Bencana
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan tidak mampu menangani dampak banjir dan longsor setelah sembilan kecamatan terputus total. Krisis logistik, akses darat lumpuh, dan puluhan korban jiwa membuat daerah ini mendesak bantuan penuh dari pemerintah p
Pernyataan Bupati Aceh Tengah soal kesulitan menghadapi bencana di wilayahnya
PINTOE.CO - Bupati Aceh Tengah Hailili Yoga resmi menyatakan tidak mampu lagi menangani situasi darurat setelah banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor melumpuhkan sebagian besar wilayah sejak 25 November 2025. Haili Yoga menyampaikan pernyataan ketidakmampuan itu melalui surat resmi bernomor 360/3654/BPBD/2025, menyusul penetapan status darurat bencana yang lebih dulu diberlakukan pada 26 November.
Bencana ini menimbulkan dampak yang kian memburuk. Sebanyak sembilan dari 14 kecamatan kini terisolasi total. Korban meninggal mencapai 21 orang dan 23 lainnya masih hilang. Lebih dari 6.300 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi, sementara tercatat 1.938 rumah rusak. Akses ke luar-masuk kabupaten terputus setelah lima ruas Jalan Nasional dan 38 jembatan rusak berat. Jalur menuju RSUD Datu Beru, rumah sakit rujukan utama, ikut terputus, disertai padamnya listrik, air bersih, serta layanan komunikasi di seluruh kecamatan.
Kondisi ini membuat distribusi bantuan hampir mustahil dilakukan lewat jalur darat. Jalur dari Bandara Rembele, Bener Meriah, ke Takengon baru kembali bisa dilintasi, sementara akses lain seperti Takengon–Bintang, Takengon–Jamat, dan Takengon–Blangkejeren dilaporkan masih terputus akibat longsor. Sekitar 8.000 jiwa di kawasan Linge berada dalam risiko karena terisolasi penuh.
Relawan melaporkan bahwa satu-satunya opsi distribusi logistik adalah melalui udara. Namun cuaca buruk membuat helikopter belum bisa mendarat di wilayah-wilayah terdampak. Stok BBM di Aceh Tengah juga telah habis, menghambat mobilisasi tim penolong.
Dalam pernyataannya, Haili Yoga menegaskan bahwa kapasitas daerah sudah berada pada titik kritis. Pemkab Aceh Tengah memohon dukungan penuh pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk membuka jalur alternatif, mempercepat distribusi bantuan, serta mengambil langkah darurat lain guna mencegah situasi kemanusiaan memburuk.
“Kami meminta intervensi segera agar bantuan dapat menjangkau sembilan kecamatan yang masih terisolasi,” ujar Haili, menegaskan urgensi penanganan bencana terbesar yang pernah terjadi di wilayah tersebut.[]

